MAKOBAR – Beberapa waktu belakangan ini, Dimas Seto memang sempat terlihat mengikuti kajian dari Ustadz Hanan Attaki. Bahkan ia dikabarkan ingin berhijrah dan memperdalama ajaran agama Islam.

Ditemui di kawasan Cibubur, pria kelahiran Jakarta ini mengaku memang sedang belajar untuk memperdalam Islam. Bahkan ia menyatakan bahwa dirinya sangat terinspirasi dan senang mengikuti kajian yang diberikan oleh Ustadz Hanan Attaki dibeberapa kesempatan.

“Ya belajar dan belajar, karena sekarang kondisin aku pribadi ingin lebih mendalami untuk bekal aku sendiri. Apalagi bicara tentang Ustadz Hanan banyaklah, dia inspirasi anak muda, dengan gayanya, dengan penyampaiannya, ya kita sebagai anak muda banyak terinspirasi lah sama beliau,” ujar Dimas Seto yang ditemui di Kota Legenda Cibubur, Jawa Barat.

Mengenai seringnya ia tampil dalam kajian Ustadz Hanan Attaki, Dimas Seto membantah bahwa dirinya membentuk organisasi Pemuda Hijrah. Bahkan ia menegaskan bahwa banyak orang lain diluar sana yang juga aktif mengikuti kajian dilingkungan mereka masing-masing.

“Pemuda Hijrah itu banyak, tidak cuma saya. Dan kita saja di dunia seni banyak tidak selalu bersamaan. Banyaklah yang mereka aktif diranahnya masing-masing, dilingkungannya masing-masing,” kata suami Dhini Aminarti ini.

“Ya memang terlihat bersama-sama, tapi kadang-kadang saat kita mengadakan suatu kajian ilmu, ya karena euphorianya lagi pada besar, semangatnya besar, yang kelihatan datang itu, padahal enggak selalu sama orang itu saja, kan terbuka untuk umum. Banyak juga teman-teman lain yang memang ikut juga, dan dia juga punya kajian rutin didaerahnya, atau dirumahnya, atau sama kelompoknya, kan gitu,” sambungnya.

Mengenai banyaknya artis yang memilih untuk berhijrah, pria 38 tahun ini mengaku senang dan bersyukur. Pasalnya seorang publik figur tentunya harus memiliki tanggung jawab untuk menjadi contoh bagi masyarakat.

Bahkan ia menegaskan bahwa saat ini adalah saat tepat untuk mulai mengubah hidup menjadi lebih baik lagi.

“Ya mensyukurilah, Alhamdulillah. Berartikan menandakan hidup tanpa agama, kita enggak berarti, ibaratnya kita enggak bisa pungkiri bahwa pembekalan agama itu butuh dalam kehidupan ini, malah lebih rapi dan nyaman dalam beraktifitas, gitu. Dan sekarang sudah waktunyalah hijrah, sudah waktunya hidup jadi lebih baik. Sudah 2018 masa mau gitu-gitu doang, masa enggak puas-puas,” ungkapnya.

“Sudah waktunya apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang bermanfaat utnuk orang banyak. Dari sisi serangan masalah narkoba atau apalah, kita sebagai publik figur punya tanggung jawab, karena kita contoh masyarakat, mudah-mudahan enggak harus kita bicara banyak, tapi dari perilaku kita sehari-harimudah-mudahan menjadi inspirasi untuk masyarakat dan untuk diri kita sendiri,” tukasnya. (mc/min)