MAKOBAR – Roro Fitria sudah hampir enam hari mendekam di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Diawal-awal dirinya terciduk pihak kepolisian dan mendekam dibalik jeruji besi, wanita 29 tahun ini diketahui sempat sedih, menangis, dan menyesal telah menggunakan barang haram tersebut.

Sementara itu, Nuning Tyas Widyowati selaku kuasa hukum kedua dan juga sahabat mantan model majalah dewasa ini mengungkapkan keadaan psikis Roro dibalik jeruji besi.

Meski sudah tenang, wanita yang mengaku sebagai titisan Nyi Roro Kidul ini diketahui sempat mengeluh lantaran digigiti nyamuk.

“Roro Fitria sudah sedikit tenang meskipun nangis dan sedih,” ungkap Nuning Tyas Widyowati, yang ditemui dikawasan Jakarta Selatan, Senin 19 Februari 2018.

“Mbak Roro sudah mulai nyaman sama kondisi didalam penjara. Walaupun ngeluh digigit nyamuk,” tambahnya.

Mengenai terciduknya Roro Fitria, Nuning menyatakan bahwa Raden Retno Winingsih, ibunda Roro, mengaku sempat kaget dan syok. Pasalnya mereka sama sekali tak tahu dan menyangka bahwa pemeran dalam film Bangkitnya Suster Gepeng ini menggunakan narkoba.

“Mama sendiri sekarang sudah membaik sih. Awal penangkapan mbak Roro kaget dan syok. Sekarang sudah membaik dan tenang,” ucapnya.

“(Keluarga) Enggak tahu (Roro pakai narkoba). Saya sebagai sahabat dan pengacara Roro juga enggak tahu dan menyangka pakai narkoba,” tuturnya.

Selama mendekam dipenjara, pihak keluarga Roro juga diketahui sempat datang dan membawakan beberapa barang keperluannya. Bahkan Roro sempat memesan beberapa keperluan yang ia butuhkan kepada sang kakak.

“Dia nitip pesen ke kakak kandungnya bawain bantal, selimut, pakaian dalam, makanan, buah-buahan, dan lain-lain,” tutup Nuning.

Sebagaimana diketahui, Roro Fitria ditangkap di Patio Residence, Ragunan, Jakarta Selatan pada 14 Februari 2018. Penangkapan Roro Fitria merupakan hasil pengembangan polisi usai meringkus WH di bilangan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat.

Dari hasil penangkapan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa paket narkotika jenis sabu seberat 2,4 gram, satu unit handphone, dan satu kartu ATM atas nama WH.

Dalam keterangan rilis yang diterbitkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Roro Fitria disebut telah memesan paket sabu tersebut sejak 13 Februari 2018.

Ia juga telah mengirimkan sejumlah uang kepada WH sebesar Rp 5 juta untuk membeli zat adiktif tersebut. Rencananya, Roro Fitria akan memakai sabu tersebut saat perayaan malam Valentine pada 14 Februari 2018.

Atas perbuatannya, Roro Fitria dan WH kini resmi ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

Keduanya dikenakan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana diatas lima tahun. (mc/min)